Yang benar dan yang salah

24 03 2009

SALAH ADALAH CARA, TAPI BENAR ADALAH HIMPUNAN PENYELESAIAN

Apa yang benar, dan apa yang salah. Buat filsafat, mungkin ini adalah satu hal paling mendasar dalam hidup manusia. Apa yang benar dan apa yang salah menjadi pertanyaan setiap orang, mulai dari yang paling kecil sampai paling besar, yang pintar dan kurang pintar, siapapun dia. Padahal mungkin, benar atau salah hanyalah sebuah misteri keseimbangan: tentu kita kenal dengan perkataan kalau di dunia ini selalu ada keseimbangan: baik dan buruk, benar dan salah, atas dan bawah, depan dan belakang, dan seterusnya. Ya, benar dan salah adalah sebuah misteri yang kekal, yang tidak dapat dijelaskan.

Sekarang bayangkan jika di dunia ini hanya ada “SALAH”. Bukankah yang “SALAH” itu akan menjadi “BENAR”? Karena yang benar adalah yang bisa diterima dunia, betul tidak? Toh kelihatannya kalau sudah begini benar dan salah bukan lagi menjadi sebuah kondisi, melainkan sebuah penghakiman dari umat manusia, apa yang benar dan apa yang tidak.

Salah, adalah cara; dan benar adalah himpunan penyelesaian. Saya teringat pada pelajaran matematika di sekolah. Ketika kita mengerjakan soal mengenai persamaan kuadrat, kami diminta menyelesaikan sebuah persamaan dan mencari akar-akarnya; yang nantinya akan ditulis dalam sebuah himpunan penyelesaian, misalnya: HP = {x|x = 3 V x = -3; x e R}.

Sebenarnya, ada dua cara untuk mendapatkan himpunan penyelesaian tersebut: cara yang benar, dan cara yang salah. Cara benar menghasilkan HP yang benar, memang karena nilai kebenaran yang terkandung di dalamnya. Cara salah menghasilkan HP yang benar, tidak lebih dari ketidaksengajaan dan keberuntungan. Sementara cara juga kita bisa bagi dua: cara benar dan cara salah. Cara benar pada prinsipnya, akan membawa HP yang benar. Sementara, cara salah tidak akan pernah membawa pada HP yang benar, setidaknya begitu prinsipnya.

Rasanya, demikianlah benar dan salah. Benar, adalah keadaan di mana kita bisa mengerjakan sesuatu dengan benar dan tepat. Pekerjaan yang benar dan tepat akan menghasilkan hasil yang terbaik, hasil yang sempurna. Sementara Salah adalah keadaan di mana kita berhenti pada tahap cara. Cara salah, pun hasilnya salah. Sehingga ‘salah’ hanya bertahan pada cara saja, tidak akan melangkah lebih jauh dari itu.

Itulah benar dan salah, setidaknya yang mungkin muncul dalam sebuah penyelesaian persamaan kuadrat.


Actions

Information

One response

30 03 2009
....

berat banget bahasana.. hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: